Doa Hujan Berdasarkan Hadits Sahih

Manusia pada umumnya memiliki kebiasaan mengeluh. Ketika musim hujan banyak yang merasa terhambat oleh aktivitas karena hujan yang tidak pernah berhenti.

Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, tidak sedikit yang mengeluh tentang panasnya suhu bumi, berharap bahwa segera hujan akan turun dari langit. Ini adalah manusia pada umumnya, senang mengeluh. Sangat sedikit yang ingin bersyukur atas berkah Allah, Subhanahu wa Ta’ala, bahwa pergantian siang dan malam, musim hujan dan musim kemarau, semuanya terjadi atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Doa Hujan Berdasarkan Hadits Sahih

Dalam ajaran Islam dilarang keras untuk mengeluh terutama karena mencela dan mengeluh tentang kasus-kasus yang telah menjadi ketentuan Allah Ta’ala, seperti perubahan musim, angin, hujan, siang dan malam. Harap baca materi yang membahas larangan dan ancaman terhadap hujan dan pencela angin.

Seperti dikutip dari artikel waheedbaly.com di musim kemarau, misalnya, seharusnya tidak pernah ada ungkapan yang keluar dari mulut celaan kekeringan, seperti saat hujan. Karena hujan adalah berkah yang Allah kirimkan ke bumi. Dan di antara musim-musim itu, kita harus dapat berdoa untuk hujan (sesegera mungkin) ketika musim kemarau diperkirakan telah berlangsung lama dan akan memengaruhi pertumbuhan tanaman dan menyebabkan banyak wabah penyakit. Tetapi sekali lagi, Islam melarang kita menyalahkan ketetapan Allah pada kekeringan, angin dan hujan. Kita hanya bisa berdoa berdasarkan apa yang kita harapkan, tetapi hanya Allah Ta’ala yang menjadi Relawan. Dia tahu kebutuhan pelayannya.

BERDOA UNTUK HUJAN

Kita harus tahu bahwa setiap Muslim yang mendirikan sholat atau sedekah akan diganjar atas doanya atau sedekahnya. demikian juga bagi mereka yang berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka juga akan diberi ganjaran atas penyembahan yang dilakukannya. Setiap kali seseorang mengangkat kedua tangan (berdoa) ke langit sambil berkata:

“Wahai Rabbku, atau Rabb-ku”, ketika dia serius dalam sholat itu, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan hadiah sebagai imbalan atas doanya, atau doanya segera dikabulkan atau doanya adalah dari Allah Ta’ala ditunda untuk diberikan pada waktu terbaik menurut Allah Ta’ala. Ini karena doa adalah bagian dari ibadah, seperti halnya doa atau puasa yang juga merupakan ibadah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ

”Doa adalah ibadah.” [HR. Tirmidzi no. 2969. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani]. Lihat Fiqhu Ad-Du’a hal. 11, karya Syaikh Musthafa Al ’Adawi hafidzahullah.

Berikut lafazh doa – doa memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala berkenan menurunkan hujan ke bumi.

Lafazh Doa Minta Hujan ke-1

اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

Allaahummasqinaa ghaitsan mughiitsan marii-an marii’an, naafi’an ghaira dharrin, ‘aajilan ghaira aajilin.

“Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.”

[HR. Abu Dawud 1/303, dinyatakan SHAHIH oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 1/216].

Lafazh Doa Minta Hujan ke-2

اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allaahumma aghitsnaa, allaahumma aghitsnaa, allaahumma aghitsnaa.

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”
[HR. Al-Bukhari 1/224 dan Muslim 2/613].

Lafazh Doa Minta Hujan ke-3

اَللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

Allaahummasqi ‘ibaadaka wa bahaa-imaka, wan syur rahmataka, wa ahyii baladakal mayyita.

“Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hamba-Mu, ternak-ternak-Mu, berilah rahmat-Mu dengan merata, dan suburkan tanah-Mu yang tandus.”

[HR. Abu Dawud 1/305 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 1/218].

Demikian risalah singkat tentang “Doa Minta Hujan Berdasarkan Hadits Shahih”, yang mana doa-doa tersebut di atas adalah merupakan doa-doa dari hadits-hadits pilihan sengan sanad yang baik. Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan, sebab mengamalkan ajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti kita telah termasuk bagian orang-orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah.

Sumber : doa hujan reda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *